RUKUN ISLAM ADA LIMA PERKARA:
1. Mengucap kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
2. Menunaikan sholat lima kali sehari.
3. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
4. Mengeluarkan zakat.
5. Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.
RUKUN IMAN ADA ENAM PERKARA:
1 ) BERIMAN KEPADA ALLAH SWT
Beriman kepada Allah s.w.t merupakan Rukun Iman yang pertama, yang menjadi dasar keimanan seseorang itu. Beriman kepada Allah s.w.t berarti wajib mempercayai Allah s.w.t itu ada, Ia Maha Berkuasa, Maha Mencipta dan Maha Mengetahui segala apa yang ada di langit, di udara, di muka bumi dan juga di lautan. Dia adalah Maha Esa, yakni tunggal dan tidak menyerupai dan tidak diserupai oleh sesuatu. Seperti firman-Nya yang dimaksud dibawah ini:
"Katakanlah wahai Muhammad, bahwa Allah itu satu. Allah tempat segala makhluk bergantung. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak sesiapapun yang setara atau seumpama dengan Allah." (Surah al-Ikhlas 1-4)
2) BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Beriman kepada malaikat berarti wajib bagi setiap orang Islam mengetahui bahwa malaikat adalah makhluk yang Allah SWT jadikan daripada cahaya dan boleh berupa berbagai bentuk, tidak bersifat seperti sifat manusia. Malaikat juga menjalankan perintah Allah SWT dengan taat dan patuh. Jumlah malaikat adalah terlalu banyak dan kita sebagai umat Islam wajib mengetahui 10 daripadanya.
10 Nama Malaikat: Jibril a.s. (Menyampaikan wahyu), Raqib a.s. (Mencatat amalan keburukan), Atib a.s. (Mencatat amalan kebaikan), Izrail a.s. (Mengambil nyawa), Mikail a.s. (Menurunkan rezeki), Israfil a.s. (Meniup sangkakala), Mungkar a.s. (Datang bertanya pada orang yang telah mati), Nankir a.s. (Datang bertanya pada orang yang telah mati), Malik a.s. (Menjaga neraka), Ridwan a.s. (Menjaga syurga)
3) BERIMAN KEPADA RASUL
Beriman kepada Rasul dan Nabi merupakan rukun Iman yang ketiga. Bagi orang Islam wajiblah yakin dan percaya bahwa Allah s.w.t telah mengutuskan para Rasul dan Nabi kepada manusia di dunia ini bagi penunjuk jalan ke arah kebenaran dan kebahagian di dunia dan di akhirat. Jumlah Nabi dan Rasul yang wajib diketahui adalah sebanyak 25 orang.
4) BERIMAN KEPADA KITAB
Beriman kepada kitab Allah berarti kita wajib beriktikad dan yakin dengan sebenar-benarnya bahawa sesungguhnya Allah s.w.t mempunya beberapa kitab suci yang merupakan firman Allah s.w.t yang hakiki. Diturunkan melalui wahyu yang disampaikan melalui perantaraan malaikat Jibril a.s. Sejak Zaman Nabi Adam a.s sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w, jumlah kitab suci yang diturunkan adalah sebanyak 104 yaitu 100 buah suhuf dan 4 buah kitab suci.
Nama2 kitab dan penerimanya :
Kitab Taurat - Nabi Musa a.s
Kitab Zabur - Nabi Daud a.s
Kitab Injil - Nabi Isa a.s
Kitab Al-Quran - Nabi Muhammad s.a.w
Nabi-nabi yang menerima suhuf :
Nabi Syits a.s - 50 suhuf
Nabi Idris a.s - 30 suhuf
Nabi Ibrahim a.s - 10 suhuf
Nabi Musa a.s - 10 suhuf
Sedang Al-Quran merupakan penutup dari segala kitab. Diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. Tidak akan ada lagi kitab suci lain sesudah Al-Quran.
5) BERIMAN KEPADA HARI AKHIRAT
Percaya kepada hari akhirat ialah kita wajib beriktikad dan meyakini bahawa akan adanya hari akhirat atau hari kiamat (pembalasan) di mana pada hari itu semua manusia akan dibangunkan kembali di padang Mahsyar untuk menerima hukuman berdasarkan segala amal perbuatan mereka semasa mereka hidup di muka bumi Allah s.w.t ini.
Tanda-tanda kecil akan kedatangan hari akhirat:
- Sedikit orang alim dan banyak orang jahil.
- Perempuan lebih banyak dari pada lelaki.
- Urusan agama ditakbir oleh orang yang bukan ahli.
- pelacuran dan maksiat berlaku dengan meluas.
- Minum arak dan benda yang memabukkan menjadi kebanggaan.
- Orang miskin menjadi kaya, membina bangunan dan gedung tinggi mencakar langit.
- Banyak berlaku gerak gempa.
Tanda-tanda besar akan kedatangan hari akhirat:
- Keluar dajjal sebagai perusak agama.
- Keluar binatang yang dipanggil Dabbatul Ard yang akan menunjukan manusia.
- Keluar Yakjuj dan Makjuj.
- Hilangnya Al-Quran dari mashafnya.
- Terbit matahari dari sebelah barat.
6) BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR
Beriman kepada qada dan qadar disebut juga sebagai percaya kepada takdir. Iaitu seseorang itu mesti yakin dan percaya bahawa segala yang berlaku dalam alam ini semuanya ketentuan dan ketetapan Allah s.w.t.
Arti Qadar:
Ketentuan yang mesti berlaku atas tiap-tiap makhluk, sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t sejak awal samapai akhir sama, ada yang baik atau buruk.
Qadar ada dua jenis iaitu :
Berupa aturan atau perjalanan alam ini.
Berupa untung nasib yang menimpa manusia dan makhluk lain.
Arti Qada:
Ialah pelaksanaan hukum2 Allah SWT terhadap apa yang telah ditetapkan sejak awal sampai akhir lagi.
Sebagai salah seorang muslim, kita harus benar2 memperhatikan hal2 perkara yang dapat membatalkan ke iman kita. Karena Iman bagaikan buah bawang yang ber-lapis2. Tiap lapisnya menunjukan ketebalan keimanan seseorang. Untuk itulah harus dijaga kemurnian dan pertumbuhannya dalam diri kita masing2. Sama halnya (analog nya) dengan belajar dan menggali ilmu pengetahun yang wajib hukumnya. Kita semua harus mengasah ilmu dan pemikiran kita masing agar selalu tajam. (Iqro!).
PERKARA YANG MEMBATALKAN KEIMANAN:
1). Mensyirikkan Allah SWT, yaitu menduakan Allah dengan yang selain Allah, serta bertawakkal dan bergantung kepada yang lain selain daripada Allah s.w.t seperti menyembah berhala, percaya pada bintang ramalan, percaya pada ramalan “orang pintar” (dukun) dan lain2.
2). Menafikan segala nikmat sama ada yang nampak atau tidak nampak adalah kurnian daripada Allah SWT ataupun ciptaan Allah SWT.
3). Melakukan perbuatan yang dilakukan dalam amalam keagamaan lain, yang bertentangan dengan ajaran Islam.
4). Mengubah hukum Allah SWT yaitu, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.
5). Menolak atau mengubah al-Quran dan Hadis. Yakni tidak mau beriman kepada Nas al-Quran dan sunnah ataupun ingkar terhadap perintah Allah s.w.t dan menafikan kebenaran Islam.
SEPULUH PERINTAH ALLAH (Tambahan)
Lima Nilai Moral Islam dikenal pula sebagai Pancasila atau Sepuluh Perintah Tuhan versi Islam. Perintah-perintah ini tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-An'aam 6:150-153 di mana Allah menyebutnya sebagai Jalan yang Lurus (Shirathal Mustaqim ):
Tauhid (Nilai Pembebasan)
1. Katakanlah: "Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan yang kamu haramkan ini." Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia,
Nikah (Nilai Keluarga)
2. Berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, ibu bapa, dan 3. Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan 4. Janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji (homoseks, seks bebas dan incest), baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan
Hayat (Nilai Kemanusiaan)
5. Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).
Adil (Nilai Keadilan)
6. Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. 7. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. 8. Dan apabila kamu bersaksi, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat (mu), dan
Amanah (Nilai Kejujuran)
9. Penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat, 10. dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.
Janji Allah termasuk yang disebutkan dalam QS Al-Qur'an surat 36:60 dan 9:111.
Sumber tulisan diperoleh dari
1). “http://id.wikipedia.org/”
2). “http://imsa.us/”
No comments:
Post a Comment